Usai Bentuk Satgas Bareng Arab Saudi, Kemnaker Luncurkan 2 Aplikasi

P2MIProjo.com – Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan aplikasi e-Pengantar Kerja dan e-Jabatan. Peluncuran apikasi yang berguna dalam menunjang dan memfasilitasi pengembangan SDM penempatan itu ditandai dengan penabuhan gong di layar virtual oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Menaker Ida Fauziyah menyampaikan kehadiran aplikasi ini tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan SIAPKerja.

“Kami tidak sedang memperbanyak aplikasi-aplikasi. Ini semuanya terintegrasi dalam SIAPKerja. Semuanya terintegrasi, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah,” kata Menaker Ida Fauziyah.

Dia menjelaskan melalui aplikasi e-Pengantar Kerja, para pengantar kerja dapat mengakses berbagai layanan peningkatan kapasitas dan melakukan pengembangan profesinya secara terpusat di dalam aplikasi.

“Saya mau ulang sekali lagi. Teman-teman pengantar kerja ini garda terdepan dalam penempatan dan perluasan kesempatan kerja. Jabatan Anda bukan kaleng-kaleng, kalau saya bilang. Jadi jabatan yang menjadi garda terdepan di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan,” tegasnya.

Adapun terkait aplikasi e-Jabatan ini disusun untuk memudahkan pengantar kerja dalam memberikan layanan dan informasi kepada perusahaan-perusahaan. “Ini memudahkan kepada siapa? Memudahkan kepada pengantar kerja, memudahkan bagi pemberi kerja, dan pencari kerja. Sistem itu dibangun untuk memberikan kemudahan, jangan sistem dibangun itu justru menambah keruwetan,” paparnya.

Sebelumnya, Indonesia dan Arab Saudi sepakat membentuk Satuan Tugas (Satgas) bersama untuk mengawasi dan mengevaluasi uji coba (pilot project) integrasi aplikasi pasar kerja dua negara untuk mewujudkan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) lewat sistem satu kanal (one channel system).

Satuan tugas itu, kata Ida Fauziah, bakal diisi oleh pejabat terkait dari dua negara dan akan bertemu secara rutin membahas hasil uji coba penggunaan sistem satu kanal penempatan PMI ke Arab Saudi.

“lewat satgas itu nantinya dua negara bakal mengetahui efektivitas integrasi aplikasi pasar kerja Arab Saudi (MUSANED) dan aplikasi dari Indonesia (Siap Kerja),” tambahnya.

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...