Benny Rhamdhani: Penempatan PMI ke Taiwan Resmi Dibuka

P2MIProjo.com – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani mengatakan pelayanan legalisasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik penempatan ke Taiwan sudah dibuka dan bisa dilakukan oleh seluruh balai BP2MI di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan Benny dalam video whattsApp (WA) berdurasi 01:39 yang diterima redaksi Satgas P2MI Projo Senin (15/8) malam.

Dalam video tersebut, Benny menegaskan, dirinya telah menandatangani Surat Keputusan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia no 328 -2022 tentang pembiayaan penempatan pekerja migran Indonesia ke Taiwan kepada pemberi kerja perseorangan untuk sektor domestik. Tentang cost structurenya ya.

Kemudian, sambung Benny, telah ditandatangani juga perhari ini tanggal 15 Agustus 22022 oleh Deputi Penempatan dan Perlindungan Kawasan Asia – Afrika surat edaran bersifat segera dan penting perihal pelayanan legalisasi dokumen PMI sektor domestik ke Taiwan.

“Artinya tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan dan tentu kita harus memiliki jawaban yang sama jika masih ada pihak-pihak yg mempertanyakan kapan leges, kapan leges, kapan leges itu terus yang sering ditanyakan oleh para PMI melalui facebook, Whatsapp,” katanya diakhir video.

Baca juga:

Moeldoko Ajak Satgas P2MI Projo dan Masyarakat Tolak Pemberangkatan PMI Secara Unprosedural, Ini Videonya

Sebelumnya telah diberitakan, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) gelar sosialisasi penempatan kembali Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik ke Taiwan. Sosialisasi dilaksanakan di Aula K.H. Abdurrahman Wahid, Kantor BP2MI Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2022).

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dalam sambutannya menyatakan bahwa, perjuangan ini adalah rangkaian dari perwujudan Peraturan BP2MI (Perban) Nomor 9 Tahun 2020, tentang Pembebasan Biaya Penempatan Pekerja Migran Indonesia. Dalam diskusi cost structure tersebut, termasuk penghapusan agency fee, serta kenaikan gaji PMI sektor domestik setelah sekian lama, dari 17.000 NT$ menjadi 20.000 NT$.

“Ini adalah kemenangan bersama, tapi mengapa masih ada pihak yang marah? Sesungguhnya mereka berjuang untuk siapa? Dirinya? Golongannya? Atau untuk anak bangsa? Perjuangan ini berdarah-darah, banyak pihak yang membully, mencaci-maki, sampai menggandeng kekuatan politik untuk menekan saya,” kata Benny. dikutip dari laman bp2mi.go.id

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...