Top! Kemnaker Perluas Pemagangan di Luar Negeri

0
170
Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemenaker Budi Hartawan

p2miprojo.com – Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker ) tahun ini menandatangani beberapa nota kesepahaman (MoU) pemagangan ke luar negeri. Pemagangan diyakini sebagai strategi yang paling jitu dan strategis dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia agar dapat terserap di pasar kerja global.

Tahun ini, Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemenaker Budi Hartawan telah menandatangani beberapa nota kesepahaman dengan pihak-pihak yang memiliki peluang pemagangan di luar negeri. Salah satunya bersama Jepang.

Budi Hartawan mengatakan, pemagangan merupakan metode yang paling efektif dalam meningkatkan keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Selain kompetensi teknis, pemagangan juga meningkatkan etos kerja (soft skill).

“Jepang dalam pelaksanaan pemagangan. Saat ini terus melakukan perluasan ke negara-negara lain, seperti Qatar, Australia, dan sebagainya,” tambahnya.

Penandatanganan MoU dengan World Forest Group di Tokyo pada 29 JUni 2022. Kerja sama ini difasilitasi oleh Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Indonesia (APPI).

“MoU tersebut merupakan bentuk komitmen kedua belah pihak dalam membuka seluas-luasnya potensi pemagangan di Jepang serta optimalisasi pelindungan para pemagang,” kata Budi Hartawan dalam keterangan tertulis, Jumat (15/7/2022).

Jumlah kebutuhan World Forest Group kurang lebih 25.000 peserta magang dari Indonesia. Mereka dapat mengisi perusahaan-perusahaan di Jepang. “Tentu saja program pemagangan merupakan satu-kesatuan dengan pelatihan berbasis kompetensi, sehingga integrasi dari hulu yaitu perlunya BLK (balai latihan kerja) memfasilitasi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan negara-negara tersebut adalah menjadi prioritas,” katanya.

Oleh karena itu, Budi Hartawan sangat mengapresiasi World Forest Group yang merupakan konsorsium dari Accepting Organisations di Jepang, yang bersedia tidak hanya memberikan peluang pemagangan.

“Namun juga berkontribusi dalam proses penyiapan calon pemagang di lembaga pelatihan dalam bentuk BLK asistensi penyusunan standar dan dengan memberikan standarisasi kurikulum pelatihan bahasa Jepang dan pemberian dukungan serta sarana prasarana yang dibutuhkan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini