Serahkan Korban TPPO ke Dinas Sosial, Kapolres Tarakan: Siapapun yang Melakukan Pelanggaran Hukum Akan Ditindak Tegas Tanpa Pandang Bulu

P2MIProjo.com – Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona TPP Siregar bersama jajarannya menyerahkan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO ke Dinas Sosial Tarakan.

Penyerahan tersebut dilakukan setelah menjalani berbagai pemeriksaan. Penyerahan sudah dilaksanakan pada Senin (23/10/2023) kemarin.

Sebelumnya para korban TPPO sempat ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Tarakan karena terlibat dalam kegiatan prostitusi dimana dalam kasus ini satu muncikari usia 18 tahun diamankan berinisial MT.

Baca juga:

Ratusan Warga Sulut Jadi Korban, Steven Kandau Ajak Kepala Desa Minahasa Perangi TPPO

Dikatakan Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona TPP Siregar, satu pelaku TPPO saat ini sudah ditangani di Polres Tarakan. Kemudian selanjutnya pihaknya akan menyerahkan para korbannya kepada dinas yang memiliki tupoksi dan kewenangan.

Kapolres Tarakan menyampaikan tegas bahwa siapapun pelaku yang melakukan pelanggaran hukum dalam bentuk apapun termasuk TPPO di wilayah hukum Polres Tarakan akan ditindak tegas tanpa pandang bulu.

Di kesempatan penyerahan kemarin diungkapkan Kapolres Tarakan, Ronaldo Maradona TPP Siregar, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pihak Kodim 0907 Tarakan berkat informasi awal diberikan kasus ini bisa diungkap.

Baca juga:

Kemnaker: Permintaan Tenaga Kerja Indonesia Paling Tinggi Jepang

“Karena semua informasi awal diterima pihak Kodim 0907 Tarakan dan masuk ke salah satu Babinsa kemudian dikomunikasikan ke pimpinan dan ke Polres Tarakan,” ujar Kapolres Tarakan.

Saat ini lanjutnya, pelaku diproses untuk kasus TPPO. Ini sejalan dengan instruksi Kapolri yang sudah membentuk Satgas TPPO.

“Karena beberapa waktu lalu dibentuk Satgas di tangan Kapolri dan saya harapkan kerja sama seperti ini teru terjalin, sama-sama berantas TPPO yang terjadi di Tarakan,” tegas Kapolres Tarakan seraya

Baca juga:

Cegah Korban TPPO, Wagub Sulut ke Kepala Desa:Ingatkan Warga agar Tidak Termakan Kenikmatan Sesaat Dengan Pola Hidup Hedonis

Ia mengakui beberapa kasus TPPO ditangani yang menjadi korban alias yang dijual adalah salah satunya berusia di bawah umur. Sehingga perlu effort yang ekstra. Dimana anak seharusnya memiliki masa depan namun justru menjadi korban.

Selanjutnya, dilanjutkan dengan penyerahan para korban simbolis bersama Dandim 0907 Tarakan dan Kapolres Tarakan dan diterima pihak perwakilan Dinas Sosial Tarakan.

Sebelum penyerahan, Dandim 0907 Tarakan, Letkol Kav Jhon B.C Simarmata turut menyampaikan bahwa di usia mereka para korban saat ini seharusnya dicukupi papan sandang pangan oleh keluarga.

“Sehingga mereka tidak berpikir memenuhi kebutuhannya sendiri. Setelah ini harapannya ke depannya tidak dilakukan lagi,” ujar Dandim 0907 Tarakan.

Brosur Hosana Jasa Persada

Sebelumnya pada Jumat (20/10/2023),Satreskrim Polres Tarakan melaksanakan rilis pers kasus TPPO di Kantor Polres Tarakan.

Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Randhya Sakhtika Putra didampingi Kanit PPA, menceritakan kronologis awal bermula dari tanggal 17 Oktober 2023, pukul 14.30 WITA, dimana saat itu salah seorang personel Kodim 0907 Tarakan menerima informasi dari warga.

Bahwa ada TPPO di salah satu losmen berada di Jalan Imam Bonjol. Setelah itu personel Kodim 0907 Tarakan mengamankan terduga pelaku. Dan selanjutnya berkoordinasi dengan Polres Tarakan, mengamankan satu orang diduga pelaku TPPO. Unit PPA dan Resmob menindaklanjuti laporan.

Kemudian saat tiba di Kodim 0907 Tarakan, ada diamankan sebanyak tujuh orang dan tujuh orang tersebut diserahkan ke Polres Tarakan dan ketujuh dilakukan pemeriksaan Unit PPA. Hasil pemeriksaan, ada TPPO dimana ada satu orang pelaku berinisial MT berusia 18 tahun beralamat di Jalan Lapangan diduga pelaku.

Ia juga sebagai pemegang akun Michat dimana akun Michat digunakan untuk mencari pelanggan menawarkan jasa open BO. Hasil pemeriksaan, pelaku MT memiliki lima orang sebagai ‘anak’ yang menjadi korban yang akan ditawarkan kepada pria hidung belang.

“Dari hasil pemeriksaan, untuk sekali kencan atau sekali open BO, tariff bervariasi. Mulai dari Rp300 ribu sampai Rp400 ribu. Setelah itu untuk pembagiannya, dari hasil uang diterima korban, pelaku mendapat keuntungan uang Rp 50 ribu setiap transanksi,” sebutnya.

Pelaku menjelaskan kegiatan yang dilakukan sudah berlangsung dua bulan. Dan pasal dipersangkakan yakni pasal 2 ayat 1 juncto pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau pasal 296 KUHP atau pasal 506 KUHP dengan ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun penjara.

“Barang bukti diamankan dua unit HP digunakan pelaku, dana kun michat. BB juga didapatkan 12 bungkus kondom, uang tunai Rp 1,2 juta dan buku tamu losmen,” pungkasnya.

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...