Pasutri Ngaku Disekap dan Diborgol di Vietnam, Ini Hasil Penelusuran Disnaker Kabupaten Purwakarta

Bagian 1
P2MIProjo.com – Disnaker Kabupaten Purwakarta telah melakukan penelusuran dan memimta keterangan dari pihak keluarga pekerja migran Indonesia bermasalah (PMIB) asal Kabupaten Purwakarta yang videonya sempat viral di berbagai media sosial. Pasangan suami isteri yang disebut dalam video berdurasi 01:49 tersebut bernama Lingga Muhammad Firdaus dan Nia Silvia.

Kabid Disnaker Purawakarta Adi Wibowo mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan disnaker Kabupaten Purwakarta bersama stakeholder terkait menyatakan, pasangan suami isteri yang ada dalam video tersebut tidak tercatat dalam Sisco BP2MI dan keduanya saat ini diduga berada di Kamboja.

“Pukul 07.51, Disnakertrans Kab Purwakarta menerima kabar adanya PMI Bermasalah asal Purwakarta dari Wakasat Intel Polres Purwakarta berupa video sepasang laki-laki dan perempuan yang mengalami penyekapan serta pengakuannya berada di Kapong Chong yang terletak di perbatasan Vietnam dengan kondisi tangan diborgol, ditempatkan di kamar mandi serta tidak diizinkan buang air kecil dan sudah 3 hari tidak makan,” jelas Adi dalam rilis yang diterima Redaksi, Senin (25/9/2023).

Selain itu, dalam video berdurasi 01:49 pasangan suami isteri tersebut menyebutkan saat itu mereka berada di PT Santosa dengan Boss Cukong dari Malaysia. “Keluhan dan permohonan pertolongan itu ditujukan kepada seseorang yang memiliki akun Tik Tok Pangeran Grey,” tambah Adi.

Selanjutnya, Disnaker Kabupaten Purwakarta beserta aparat kepolisian dan instansi terkait melakukan upaya penelusuran di media sosial dan ditemukan bahwa video tersebut diunggah oleh pemilik akun Tik Tok Pangerangrey dengan link https://vt.tiktok.com/ZSNJu5KWd/ .

“Usai menerima perintah Kadisnaker Purwakarta Didi Garnadi, Kabid Disnaker Purawakarta Adi Wibowo langsung melakukan koordinasi dengan Lurah Sindangkasih Kec. Purwakarta dan Kepala Desa Cadassari Kec.Tegalwaru untuk meminta bantuan agar dishare ke WAG Lurah dan Kades se Purwakarta pada pukul 09.17, mengingat dalam video tersebut hanya disebutkan asal daerah Purwakarta, tanpa keterangan Desa / Kelurahan Asal. Alhasil, Pukul 09.34 Lurah Sindangkasih memberi kabar lewat Telepon WA bahwa ada konfirmasi dari seorang Ketua RT di Gang Sumba Bongas, bahwa yang di video tersebut adalah warganya,” beber Adi.

Selanjutnya, Disnaker Kabupaten Purwakarta yang berkoordinasi dengan Wakasat Intel Polres Purwakarta serta pihak terkait berkunjung ke keluarga PMIB Lingga Muhamad Firdaus untuk menggali informasi.

“Pertemuan itu dihadiri oleh Lurah Sindangkasih, Kepala RW setempat, Kepala RT setempat, Babinsa Sindangkasih, Babinkamtibmas Sindangkasih, Kanit Intel IV Polres Purwakarta, Kanit Intel Polsek Purwakarta Kota, Kabid Pentakertrans Disnakertrans dan Pengantar Kerja Muda Marlinah dari Disnakertrans serta Mayang Madu Utari kakak Kandung PMIB Lingga Muhamad Firdaus,” terang Adi.

Disnaker Kabupaten Purwakarta Kunjungi Keluarga PMIB Lingga Muhamad Firdaus

Dalam pertemuan tersebut, Mayang Dewi Madu Utari menjelaskan bahwa adiknya Lingga Muhamad sudah menikah siri dengan Nia Silvia. lingga berangkat ke Singapura pada akhir Agustus atau awal September 2022 atas ajakan Nia Silvia yang sudah bekerja di Singapura. Keinginan Lingga bekerja ke Luar Negeri tidak disetujui oleh keluarga, namun Lingga tetap bersikeras dengan alasan
bekerja di Purwakarta gajinya kecil.

Berdasarkan penuturan Mayang, Lingga bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang scaming, judi online dan sudah 2-3 kali pindah tempat kerja. Selama bekerja Lingga kerap kali meminta bantuan uang kepada Mayang Dewi Madu Utari dengan berbagai macam alasan, diantaranya untuk menebus paspor karena ditahan majikannya, biaya rumah sakit dan biaya bertahan hidup pada saat Lingga Muhamad Firdaus dan istrinya berpindah majikan.

“Lingga Muhamad Firdaus tidak pernah mau berterus terang menjelaskan posisi kerjanya dan beberapa kali berganti nomor HP. Nomor HP PMIB Lingga terakhir yang aktif adalah 08xx xxxx xxxx,” terang Mayang.

Pada Selasa 19 Sept 2023 pukul 16.48 WIB, Mayang menerima kabar melalui voice note yang menyebutkan dirinya (lingga) dan Nia disekap. Jika tidak ditebus, mereka akan dibunuh. Namun, Mayang yang sudah sering kali membantu adiknya (Lingga) mengaku tidak sanggup lagi menolong dan tidak percaya kalau Lingga disekap.

Selanjutnya, aparat yang hadir dalam pertemuan tersebut meminta Mayang menghubungi Lingga melalui telpon atau pesan WA.

“Pada pukul 11.13 WIB Mayang mencoba menghubungi adiknya dan mendapat jawaban dari Lingga pada pukul 12.14 WIB. Lingga menyebut sudah ditebus oleh perusahaan lain bernama Yunbo yang juga merupakan perusahaan Judol (Judi Online) dengan lokasi di Kamboja tepatnya di Shihanouk, Kampongshom. Lingga mengatakan bahwa penyebab mereka disekap karena punya hutang hingga $7.000 untuk belanja online shop tetapi meraka kabur. Percakapan berakhir pukul 12.52 dengan permintaan Mayang kepada Lingga agar memberitahukan lokasi dengan share loc, tetapi tidak dijawab,” demikian Kabid Disnaker Purwakarta Adi Wibowo dalam rilisnya.

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...