Polres Cianjur Kembangkan 11 Laporan TPPO di Timur Tengah

P2MIProjo.com – Polres Cianjur, Jawa Barat, mengembangkan belasan laporan terkait kasus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) yang menimpa pekerja migran asal Cianjur, sebagian besar laporan yang masuk menimpa pekerja migran ilegal di sejumlah negara Timur Tengah.

Kapolres Cianjur, AKBP Aszhari Kurniawa di Cianjur Kamis, mengatakan selama satu pekan terakhir pihaknya menerima 11 laporan TPPO dari pihak keluarga pekerja migran asal Cianjur yang minta dipulangkan ke Indonesia karena mengalami berbagai permasalahan.

Baca juga:

Polres Tasikmalaya Berhasil Pulangkan Korban TPPO dari Malaysia

“Rata-rata tergiur tawaran oknum sponsor yang menjanjikan gaji besar dan tempat kerja yang layak, namun setelah sampai di negara lain, apa yang dijanjikan diberikan tidak terbukti, bahkan beberapa laporan menyebutkan pekerja migran mendapat penyiksaan,” katanya.

Kapolres Cianjur meminta masyarakat untuk melaporkan kejadian yang menimpa anggota keluarganya termasuk yang berangkat sebagai pekerja migran ilegal agar dapat segera ditindak lanjuti termasuk upaya pemulangan kembali ke kampung asal di Cianjur.

Baca juga:

Satgas P2MI Projo Minta Apjati Benahi Proses Penempatan PMI Lewat SPSK

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk menempuh jalur resmi jika berkeinginan bekerja keluar negeri dengan menghubungi dinas terkait atau perusahaan jasa tenaga kerja resmi yang diakui pemerintah agar terhindar dari TPPO.

“Mereka yang berminat menjadi pekerja migran harus menempuh jalur resmi dan tidak berangkat secara ilegal karena akan merugikan diri sendiri dan keluarga. Datangi dinas terkait atau perusahaan jasa tenaga kerja resmi untuk mendapatkan informasi,” katanya.

Brosur Hosana Jasa Persada

Kasat Reskrim Polres Cianjur, Iptu Tono Listianto, mengatakan pihaknya masih mengembangkan 11 laporan terkait kasus TPPO yang masuk dari pihak keluarga korban, karena beberapa orang diantaranya sudah berada di luar negeri tepatnya di sejumlah negara Timur Tengah.

“Beberapa laporan yang masuk korbannya sudah di negara penempatan, sehingga kami akan memastikan terlebih dahulu. Sejak kasus Ida pekerja migran asal Cianjur banyak laporan dari masyarakat yang masuk ke Polres Cianjur,” katanya.

Sehingga pihaknya akan mendalami semua laporan yang masuk dan akan segera diproses karena berbagai kendala dan hambatan banyak ditemukan seperti di negara lain memiliki aturan hukum yang berbeda.

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...