Polres Lombok Tangkap 2 Calo PMI Non Prosedural

P2MIProjo.com – Polres Lombok Barat menangkap dua calo Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dengan modus gaji tinggi. Kedua tersangka adalah perempuan berinisial SA (47) warga Desa Tempos dan laki-laki WI (39) warga Desa Babussalam, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi mengatakan SA dan WI ditangkap setelah mengirim dua orang ke Malaysia dan Arab Saudi. SA dan WI mengiming-imingi para korban pekerjaan asisten rumah tangga (ART) dengan gaji tinggi.

Baca juga:

Kemnaker ke Pemda NTB: Perlu Upaya Preventif Tutup Celah PMI Non Prosedural

Modusnya memang menawarkan gaji di atas Rp 4,5 juta dengan bekerja sebagai ART di Arab Saudi,” kata Bagus saat konferensi pers, Jumat (11/8/2023).

Adapun barang bukti milik SA berupa satu surat perjalanan laksana dari Singapura menuju Surabaya, satu tiket bus perjalanan dari Kajang menuju Terminal Kota Bharu, dan satu tiket bus menuju Bandara Bangkok, Thailand.

Polisi juga menyita satu boarding pass dari Bangkok menuju Singapura dan satu boarding pass dari Singapura menuju Surabaya. “Kami juga amankan satu boarding pass dari Surabaya menuju ke Praya, Lombok,” kata Bagus.

Baca juga:

Menlu Retno: Penanganan TPPO “online” jadi Prioritas

Sedangkan, barang bukti milik WI berupa satu paspor atas nama FI dan satu lembar berita acara serah terima PMI dari keluarga.

Kasatreskrim Polres Lombok Barat AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan SA mengiming-imingi MU bekerja menjadi ART ke Arab Saudi. Namun, SA mengirimnya ke Malaysia karena hasil tes kesehatan tidak memenuhi syarat bekerja ke luar negeri.

“Jadi korban ini sakit, kemudian SA menawarkan korban kerja ke Malaysia. Pelaku menawarkan gaji Rp 5 juta ke korban dengan bekerja sebagai ART mengurus orang tua jompo di Malaysia,” ungkap Dharma.

Baca juga:

Polisi Gerebek Rumah Mewah di Batam, 11 PMI Non Prosedural Diamankan

Menurut Dharma, MU dikirim ke Malaysia melalui Pelabuhan Gili Mas, Lembar. Setelah tiba di Surabaya, MU diberangkatkan ke Jakarta, kemudian ke Pekanbaru untuk dikirim ke Malaysia melalui Pelabuhan Bengkalis. “Di sana sudah ditunggu agen wilayah Johor, Malaysia,” tuturnya.

Sementara itu, FI diberangkatkan oleh WI menggunakan modus yang hampir sama. Awalnya WI meminta paspor di salah satu agensi di Jakarta. FI juga sempat ditampung di Jakarta oleh agen yang bekerja sama dengan WI berinisial YU (DPO) asal Lombok Tengah.

FI pun diberangkatkan menuju Bangkok untuk transit, lalu melanjutkan penerbangan ke Kolombia dan Arab Saudi. “Di sana korban dijanjikan gaji 4,5 juta sebagai ART. Ternyata tidak digaji satu rupiah pun selama empat bulan, sehingga korban depresi berat,” jelas Dharma.

Brosur Hosana Jasa Persada

Dharma mengungkapkan WI mengirim FI sesuai perintah agensi yang ada di Jakarta. “Kami masih selidiki agensi ini. Seperti FI, MU juga tidak digaji selama tiga bulan di Malaysia,” ungkap Dharma.

Ia mengatakan SA diamankan pada Senin (12/6/2023), sedangkan WI diamankan pada Rabu (21/6/2023). SA dan WI kini ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diancam Pasal 4 juncto Pasal 10 dan Pasal 11 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dan atau Pasal 81 juncto Pasal 69 UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Keduanya diancam hukuman pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta,” pungkasnya.

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...