Satgas Polda Jabar Bekuk 3 Penyalur PMI Non Prosedural di Cianjur

P2MIProjo.com – Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Jawa Barat menggagalkan pemberangkatan 4 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tiga tersangka sebagai penyalur PMI pun dibekuk.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Ibrahim Tompo, mengatakan, Satgas TPPO telah mendapatkan dua laporan dari masyarakat terkait kasus tersebut.

Baca juga:

Enam WNI Korban TPPO di Thailand Segera Dipulangkan

Atas dasar laporan tersebut tim Satgas Pencegahan TPPO melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Tersangka berinisial AR merekrut empat orang pekerja melalui sponsor NS dan O. Tersangka TPPO menempatkan pekerja migran secara an-prosedural ke Arab Saudi tanpa pelatihan sesuai dengan aturan,” ucap Ibrahim di Markas Polda Jawa Barat, Selasa, 1 Agustus 2023.

Menurut dia, para tersangka kemudian menampung para korban berinisial K, Y, N, SN, di sebuah rumah di Kabupaten Cianjur. Selama tiga hari ditampung, para korban tidak diberikan pelatihan maupun prosedur lainnya untuk berkerja di Arab Saudi.

Baca juga:

Kenalan di Facebook, Remaja 15 Tahun Asal Bandung Jadi Korban TPPO

“Undang-undang atau Pasal yang diterapkan adalah Pasal 2 Jo Pasal 9 Jo Pasal 10 UU 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO. Kita Jo dengan Jo 81 UU RI no 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerjaan Imigran. Jo pasal 68 Jo 83, Jo 72, dan pasal 86 UU 18 tahun 2017. Ancaman hukuman bisa sampai dengan 15 tahun,” kata Ibrahim.

Sementara itu, Kasubdit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, AKBP Adanan Mangopang, mengungkapkan, para korban dijanjikan bekerja informal seperti buruh pabrik dan asisten rumah tangga (ART) denganiming-iming gaji cukup besar.

Baca juga:

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 2 PMI Non Prosedural

“Para korban diiming-imingi gaji mulai dari Rp5 juta sampai Rp10 juta per bulan. Para tersangka rencananya memberangkatkan para korban ke Arab Saudi dan Abu Dhabi,” kata Adanan.

Dari hasi pemeriksaan, para tersangka telah melakukan pemberangkatan pekerja migran ilegal berulang kali. Mereka mendapatkan keuntungan dari agensi yang ada di Indonesia maupun di luar negeri.

Brosur Hosana Jasa Persada

“Dari barang bukti yang disita sudah ada dari tempat tersangka ada sebanyak 40 paspor. Jadi tersangka sudah melakukan TPPO berulang kali dengan modus yang sama,” terang dia.

Medcom id

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...