Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 2 PMI Non Prosedural

P2MIProjo.com – Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta mencegah dua orang warga negara Indonesia (WNI) terduga pekerja migran nonprosedural atau ilegal pada Kamis, 27 Juli 2023.

Keduanya berhasil dicegah keberangkatannya ke Dubai.”Tim pengaduan kami mendapatkan laporan melalui WhatsApp, yang bersangkutan akan ada dua WNI yang hendak berangkat ke Dubai menggunakan visa kunjungan, padahal setelah kami dalami keduanya memang akan bekerja secara nonprosedural,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Muhammad Tito Andrianto, Jumat, 28 Juli 2023.

Baca juga:

Kantor Imigrasi Jember Perketat Pembuatan Paspor

Tito menuturkan WNI berinisial MRD diketahui melaporkan dirinya sendiri melalui kanal layanan informasi dan pengaduan tersebut lantaran ketakutan akan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dirinya bersama seorang rekan berinisial RHD pada awalnya akan berangkat menuju Dubai menggunakan pesawat Emirates Airlines EK357 penerbangan 27 Juli 2023 pukul 17.40 WIB. 

“Keduanya menggunakan visa kunjungan berdurasi 30 hari. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti, dan segera melakukan koordinasi dalam usaha penyelamatan mereka,” ujarnya.

Baca juga:

Sah! Apjati Lepas Keberangkatan 31 Orang Pekerja Migran Indonesia ke Arab Saudi Lewat SPSK

Tito menjelaskan pihaknya pun berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia  (BP2MI) dengan bertujuan agar kedua korban ditunda keberangkatannya. 

“Ini adalah contoh kasus yang baik, masyarakat harus proaktif mengetahui bagaimana ciri-ciri bekerja ke luar negeri melalui jalur nonprosedural, gaji besar, syarat mudah, indikasi besar TPPO, masyarakat harus lebih hati-hati dan bijaksana, jangan ragu untuk laporkan ke pihak berwenang, jika ada kecurigaan,” jelasnya. 

Brosur Hosana Jasa Persada

Sebelumnya, sebanyak 3.195 orang pekerja migran ilegal melintas melalui tempat pemeriksaan Imigrasi (TPI) Soekarno-Hatta, berhasil dicegah. Ribuan orang tersebut dicegah selama periode 1 Januari hingga 23 Juli 2023.

Ribuan pekerja migran nonprosedural itu dicegah dengan rincian, 212 orang pada Januari, 417 orang di Februari, 525 orang pada Maret, 309 orang di April, 580 orang pada Mei, dan 566 bulan di Juni. Sedangkan hingga 23 Juli terdapat 586 orang. 

“Ini menjadi bukti komitmen kami dalam mencegah TPPO (tindak pidana penjualan orang), kami akan terus perketat perlintasan, agar tidak ada lagi WNI yang menjadi korban,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Muhammad Tito Andrianto, Selasa, 25 Juli 2023.

Tak hanya di TPI, pihaknya pun melakukan pengetatan dalam proses penerbitan paspor. Pada periode 1 Januari hingga 23 Juli 2023, terdapat 53 permohonan paspor yang ditolak. 

“Penolakan penerbitan paspor ini biasanya karena yang bersangkutan mengaku belum punya, ternyata sudah punya, ataupun adanya berkas yang tidak sesuai, atau memberikan keterangan tidak benar, bisa juga karena terindikasi pekerja migran non prosedural,” jelasnya.

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...