Pasutri Penyalur PMI Ilegal Asal Kramat Jati Akui Bekerjasama Dengan Sindikat Menjaring Korban PMI ilegal

P2MIProjo.com – Pasangan suami istri (Pasutri) berinisial AS dan RB kini mendekam di sel tahanan Mapolres Metro Jakarta Timur atas ulah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dilakukan.

Keduanya ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka TPPO dalam kasus pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke Arab Saudi untuk dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga.

Saat dihadirkan dalam ungkap kasus di Mapolres Metro Jakarta Timur, Pasutri berusia paruh baya tersebut mengaku bekerja sama dengan sindikat untuk menjaring korban PMI ilegal.

Berita Terkait:

Gerebek Penampungan PMI Ilegal di Jakarta Timur, BP2MI Selamatkan 6 Perempuan

‘Jadi penyalur sejak tahun 2023, sebelumnya sudah tiga kali ngirim ke Arab Saudi. Orang-orang (PMI ilegal) ada yang nyariinn (korban), sponsor,” kata RB di Mapolres Metro Jakarta Timur, Selasa (18/7/2023).

Sponsor tersebutlah yang merekrut para calon korban dari sejumlah wilayah dengan iming-iming bekerja sebagai PMI di Arab Saudi dan mendapat gaji besar per bulannya.

Sementara para korban tidak mengetahui bahwa pemerintah Indonesia sudah melarang pengiriman PMI ke Timur Tengah, sehingga usaha dijalankan Pasutri AS dan RB ilegal.

Baca juga:

Apjati Lepas 31 Orang PMI ke Saudi Arabia, Sinnal Blegur: Jangan Cepat Terlena!

Setelah bersedia, para korban diboyong lalu ditempatkan pada rumah yang digunakan sebagai tempat penampungan di Jalan Batu Pandan, Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Para korban juga dimintai uang dengan dalih mengurus administrasi untuk pembuatan paspor, dokumen kesehatan sebelum dikirim ke Timur Tengah untuk menjadi ART.

Beruntung saat hendak melakukan pengiriman PMI ilegal yang keempat kalinya dari rumah penampungan di Kramat Jati, AS dan RB dapat diamankan jajaran Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Baca juga:

Top Markotop! Mabes TNI Minta BP2MI Serahkan Nama Oknum yang Bekingi TPPO

Pada Minggu (9/7/2023) jajaran BP2MI menggerebek tempat penampungan kedua korban dan menyelamatkan enam perempuan PMI ilegal yang hendak dikirim ke Arab Saudi.

Keenam korban kemudian diselamatkan petugas BP2MI untuk dikembalikan ke tempat asal masing-masing, sementara kedua pelaku diserahkan ke Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur.

“Di sana (Arab Saudi) sudah ada bos yang mempekerjakan. Kalau yang di sini (mengurus korban di tempat penampungan) saya berdua saja, enggak ada yang lain,” RB.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Leonardus Simarmata mengatakan berdasar hasil penyidikan kedua pelaku sebelumnya tidak memiliki pengalaman sebagai penyalur PMI resmi.

Baca juga:

Sah! Apjati Lepas Keberangkatan 31 Orang Pekerja Migran Indonesia ke Arab Saudi Lewat SPSK

“Ini sudah dalam proses Sidik (penyidikan), pelaku kita lakukan upaya penahanan. Terhadap tersangka itu sudah beberapa kali melakukan pengiriman (pekerja migran Indonesia) ilegal,” tutur Simarmata.

Kepada penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, AS dan RB mengaku mendapat untung Rp2-Rp3 juta untuk setiap PMI ilegal yang mereka kirim ke Timur Tengah.

Atas perbuatannya AS dan RB disangkakan Pasal 67 huruf b jo, Pasal 82 huruf b, dan atau Pasal 72 huruf b dan c, atau Pasal 68, jo Pasal 83 UU Nomor 18 Tahun 2017.
“Dan atau Pasal 4 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Ancaman hukuman paling singkat 3 tahun penjara, dan paling lama 15 tahun,” lanjut Simarmata.

Brosur Hosana Jasa Persada

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...