Wamenaker Ingatkan Potensi Lonjakan TPPO di Jabar dan Jateng

P2MIProjo.com – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengungkapkan, Provinsi Jawa Barat hingga Jawa Tengah, merupakan wilayah yang paling banyak memasok pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja ke luar negeri.

Dengan tingginya penyaluran PMI di wilayah tersebut, semakin tinggi pula potensi praktik penyaluran PMI ilegal atau Tindak Pidana Perdagangan Orang alias TPPO yang sekarang jadi sorotan.

Baca juga:

Gagalkan Pengiriman 374 CPMI Ilegal di Soetta, Polisi Ringkus 17 Pelaku TPPO

Untuk mencegah potensi tersebut pihaknya berupaya memasifkan sosialisasi bahaya TPPO ke masyarakat, mulai tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

“Kami dari Kementerian Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi intensif kepada kabupaten, kota dan provinsi. Apalagi wilayah-wilayah yang masyarakatnya memang banyak bekerja di luar negeri ada di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Cilacap salah satu penyalur terbesar, Tulungagung hingga Cirebon, Indramayu,” ungkap Afriansyah di sela peresmian Rumah Makan Masakan Padang di FX Sudirman Jakarta, Minggu (16/7/2023).

Baca juga:

Apjati Lepas 31 Orang PMI ke Saudi Arabia, Sinnal Blegur: Jangan Cepat Terlena!

“Kita imbau warganya agar menjauh dari iming-iming janji manis. Gaji besar dan sebagainya,” sambungnya.

Afriansyah melanjutkan, pihaknya juga terus memperkuat kolaborasi di tingkat kementerian/lembaga, serta evaluasi regulasi-regulasi terkait.

Dia meminta agar masyarakat dapat memastikan proses penempatan dilaksanakan oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan.

Baca juga:

Sah! Apjati Lepas Keberangkatan 31 Orang Pekerja Migran Indonesia ke Arab Saudi Lewat SPSK

Dia juga mengingatkan agar setiap calon PMI yang akan bekerja ke luar negeri, sebelum berangkat telah lebih dulu terdaftar di Dinas Ketenagakerjaan.

Beberapa waktu belakangan, publik dihebohkan informasi terkait adanya penipuan penempatan hingga gaji besar kepada PMI ke luar negeri.
Mirisnya, penipuan tersebut dijadikan modus perdagangan organ tubuh, yang diduga akan dijual ginjalnya.

Baca juga

Polisi Buru 3 Tersangka Terkait 40 PMI Non Prosedural Bone Dideportasi

Afriansyah mengatakan, masyarakat hendaknya berhati-hati serta selektif saat menerima tawaran untuk bekerja di luar negeri.
Tawaran-tawaran yang menggiurkan seperti mendapatkan gaji yang besar, seringkali diperoleh dari media sosial hingga para calo penyalur TKI ilegal.

“Soal PMI ini masih concern Pemerintah, kita ini terus melakukan perbaikan-perbaikan regulasi soal penempatan tenaga kerja Indonesia ke Luar Negeri,” ungkap Afriansyah.

Brosur Hosana Jasa Persada

“Kita juga berharap agar masyarakat terutama pencari kerja untuk PMI untuk berhati-hati terhadap iming-iming dari sosial media maupun oknum calo yang ingin merekrut mereka dengan gaji yang tinggi,” pungkasnya.

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...