Polisi Buru 3 Tersangka Terkait 40 PMI Non Prosedural Bone Dideportasi

P2MIProjo.com – Polisi menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus dugaan tindak perdagangan orang (TPPO) buntut 40 pekerja migran ilegal (PMI) asal Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ketiga tersangka diburu usai ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Ada 3 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana perdagangan orang. Kami juga sudah menerbitkan surat DPO sejak bulan Juni kemarin,” kata Kasat Reskrim Polres Bone AKP Boby Rachman seperti dilansir detikSulsel, Rabu (12/7/2023).

Baca juga:

Keluarga PMI Cianjur Desak Polisi Usut Tuntas Sindikat TPPO

Boby belum merinci identitas tersangka yang dimaksud lantaran pihaknya masih melakukan penyidikan. Namun dia mengungkapkan jika ketihanya berdomisili di Nunukan, Kalimantan Utara.

“Kalau inisialnya nantilah, karena ini masih pengembangan. Kita sudah koordinasi dengan Polres Nunukan, kalau sudah jelas keberadaannya tim akan berangkat untuk menjemput,” sebutnya.

Baca juga:

Kemlu Pulangkan 13 WNI Korban TPPO di Myanmar Lewat Thailand

Boby menjelaskan ketiga tersangka mengatur para PMI untuk menyeberang ke Malaysia melalui jalur tikus. Para pelaku menggaransikan korbannya masuk ke Malaysia dengan aman.

“Merekalah yang menyampaikan ke korbannya untuk berangkat saja, karena keamanannya dijamin sampai ke Malaysia. Mereka berangkat melalui jalur tikus karena ketika sampai di Nunukan menyeberang menggunakan speed boat ke Malaysia,” ucap Boby.

Baca juga:

Polres Cianjur Buru Otak Pengiriman PMI yang Dijadikan Pelayan Seks di Dubai

“Pada saat sampai di Malaysia langsung kena razia, dan ditahan. Ketika korban diamankan para pengurus ini langsung lepas tangan,” tambahnya.

Boby menambahkan para pelaku ini memang dari awal menawarkan jasa dan memfasilitasi para calon pekerja migran untuk bekerja ke Malaysia. Korban juga dimintai uang sebesar 1.100 ringgit ketika sampai di Malaysia.

“Mereka para korban dimintai uang sebesar 1.100 ringgit per orang. Ketika sampai di sana membayar 1.100 ringgit kepada seseorang yang mengurusnya,” jelas Boby.

Brosur Hosana Jasa Persada

Pihaknya berharap para tersangka bisa segera diamankan. Polisi juga mendalami adanya sindikat dalam kasus TPPO tersebut.

“Namun kita masih menelusuri semuanya apakah ini merupakan sindikat atau kah hanya dilakukan per orangan. Yang pasti pelaku berdomisili di Nunukan dan tinggal di Malaysia, pelaku rata-rata orang Bone,” sambungnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, 40 PMI asal Bone dideportasi dari Malaysia lantaran tidak punya dokumen keimigrasian. Polisi pun melakukan penyelidikan terkait perkara tersebut.

“Ada 40 warga Bone yang dideportasi dari Malaysia,” kata Kasubsi PIDM Sihumas Polres Bone Iptu Rayendra Muchtar, Jumat (23/6).

Rayendra mengatakan mereka sebelumnya diamankan polisi Malaysia karena tidak memiliki paspor. Ada pula di antara mereka yang masa berlaku paspornya sudah habis.

“Ada yang tidak memiliki paspor sehingga ditangkap polisi Malaysia, ada yang sudah mati masa berlaku paspornya,” imbuhnya

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...