Polres Cianjur Buru Otak Pengiriman PMI yang Dijadikan Pelayan Seks di Dubai

P2MIProjo.com – Polres Cianjur, Jawa Barat, berkoordinasi dengan KBRI dan kepolisian di Negara Dubai guna mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap pekerja migran asal Cianjur yang dipekerjakan sebagai pelayan seks.

Kapolres Cianjur, AKBP Aszhari Kurniawan di Cianjur Sabtu, mengatakan pihaknya sudah menangkap pelaku Rahmat warga Kecamatan Karangtengah yang menyalurkan pekerja migran atas nama Ida warga Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu ke Dubai.

Baca juga:

Satgas TPPO Polres Tanjungbalai Sumut Bekuk 3 Dalang Pengiriman PMI Non Prosedural

“Dari keterangan pelaku Rahmat kami mendapat sejumlah nama yang terlibat dalam pengiriman Ida ke Dubai, seorang diantaranya yang sudah diketahui identitasnya dalam pengejaran petugas atas nama Martini,” katanya.

Rahmat berhasil ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan dan menyebutkan sejumlah nama yang terlibat dalam kasus TPPO terhadap Ida, sehingga pihaknya akan mengembangkan kasus tersebut sampai menangkap otak pelaku berkoordinasi dengan KBRI dan Kepolisian Dubai.

Baca juga:

Polres Belawan Ciduk Pasutri Usai Jadi Agen PMI Non Prosedural

Untuk memulangkan Ida, pihaknya masih melakukan komunikasi dengan Pemkab Cianjur dan pihak Kementerian, agar dapat membantu dan melacak keberadaan nya.
“Kami upayakan sampai pemulangan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat,” katanya.

Sedangkan terkait pelaku Martini, ungkap Aszhari, merupakan pihak yang memberangkatkan korban dengan janji dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga, namun setelah sampai di negara orang, korban dipekerjakan sebagai pelayan seks.

Baca juga:

2 Korban TPPO di Libya Lapor ke Polda NTB

Sehingga setelah ditangkap pihaknya akan mengembangkan keterangan dari pelaku Martini guna menangkap otak pelaku kasus TPPO yang menimpa pekerja migran asal Cianjur itu.
“Kami sudah kantongi identitas nya dan petugas sedang melakukan pengejaran terhadap Martini,” katanya.

Sebelumnya video dua orang kakak beradik yang merupakan anak korban Ida, beredar di media sosial yang meminta Presiden, Kapolri, Gubernur Jabar dan Bupati Cianjur, Kapolda dan Kapolres Cianjur membantu kepulangan orang tua mereka yang dijadikan pelayan seks di Negara Dubai

Brosur Hosana Jasa Persada

Antara

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...