Akhirnya ‘Pecah Telor’, Menaker Lepas 100 PMI Sektor Domestik Tahap 1 Lewat SPSK

P2MIProjo.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, setelah melewati perjalanan yang panjang akhirnya penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) dapat diberangkatkan Minggu ini.

“Memang memulai itu sulit banyak tantangan dan rintangan, tapi kalau sudah kita mulai Insyaallah kedepannya akan lebih mudah. Dan Alhamdulillah perjalanan yang sangat panjang telah menghasilkan 100 PMI yang sudah memiliki kompetensi dan siap diberangkatkan ke Arab Saudi,” kata Orang nomor 1 di Kementerian Ketenagakerjaan saat melepas 100 PMI di Kantornya, Jum’at (23/6/2023).

Menaker menggambar, jika diperhatikan wajah antara PMI yang diberangkatkan melalui SPSK dan wajah PMI yang diberangkatkan secara Nonprosedural ada perbedaan.

“PMI SPSK wajahnya berseri dan penuh keceriaan, tapi kalo yang Nonprosedural atau ilegal wajahnya penuh ketakutan karena diberangkatkan secara kucing-kucingan,” selorohnya yang langsung disambut tepuk tangan seluruh peserta.

Oleh karena itu Ida berharap, 100 PMI itu dapat menjadi contoh positif pekerja sektor domestik, sehingga minat pencari kerja ke Arab Saudi lewat program SPSK bisa meningkat.

“Kalau teman-teman menunjukkan performa luar biasa, berarti teman-teman ini pejuang bagi pekerja migran berikutnya. Teman-teman semua ini membuka jalan untuk penempatan berikutnya,” ujar Ida.

Ida berpesan kepada perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) untuk memberangkatkan para PMI yang memiliki keterampilan tersertifikasi.

“Karena proses penciptaan keterampilan bersertifikasi itu sama dengan memberikan perlindungan kepada pekerja migran dan mewujudkan pekerja migran berkualitas serta memiliki keahlian dan keterampilan,” ujarnya.

Ida juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran stakeholder yang telah mendukung implementasi SPSK sesuai persetujuan bilateral Indonesia dan Arab Saudi.

Apresiasi juga disampaikan Ida kepada P3MI yang telah memfasilitasi para PMI lewat skema SPSK. Dia berharap, 48 P3MI yang telah ditunjuk sebagai pelaksana penempatan dan perlindungan PMI di Arab Saudi bisa melaksanakan proses penempatan dengan baik.

“Ini proyek pertama SPSK, kita punya waktu enam bulan, setelah itu kita evaluasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Ayub Umar Basalamah menyambut gembira atas dibukanya penempatan PMI ke Arab Saudi dengan skema SPSK. Sebab, penempatan PMI ke Arab Saudi sempat ditutup sejak 2011 lalu.

“Hari ini kita merasakan sesuatu yang luar biasa bagi adik-adik yang ingin bekerja ke Arab Saudi. Kami atas nama PMI dan P3MI mengucapkan terima kasih atas pelepasan ini,” tutur Ayub.

Ia berharap acara pelepasan tersebut bisa menambah semangat para PMI untuk bekerja lebih baik dan amanah. Selain itu, PMI juga diharapkan bisa menunjukkan citra baik pekerja Indonesia di Arab Saudi.

“Saya terharu dan gembira, dan saya ucapkan kepada seluruh pihak yang berperan dan membantu sehingga perjalanan yang sangat panjang ini bisa dibuktikan dengan baik. Dan ini adalah Gong pertama untuk pemberangkatan PMI melalui SPSK,” tutupnya.

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...