Satgas P2MI Projo Dampingi Dede Ruslan Buat Pengaduan ke BP2MI dan Kemnaker

P2MIProjo.com – Satuan Tugas Peduli Pekerja Migran Indonesia (Satgas P2MI) Projo dampingi anak pekerja migran Indonesia Ibu Eros bin Epen (45th) asal Sukabumi membuat pengaduan ke BP2MI dan Kemnaker. Eros berangkat ke Arab Saudi sejak tahun 2011.

“Kami mendampingi Dede Ruslan ke BP2MI dan Kemnaker untuk membuat pengaduan supaya ibunya (Eros) dapat dibantu kepulangannya ke Indonesia lantaran selama 13 tahun bekerja di Arab Saudi ibunya hanya mendapatkan gaji di 3 tahun pertama dan tidak digaji hingga saat ini,” ucap Marthin di Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (17/5/2023).

Baca juga:

Satgas P2MI Projo Apresiasi Mahfud MD Serahkan Data Pelaku TPPO ke Bareskrim Polri

Awalnya, sambung Marthin, kami (Satgas P2MI Projo) mendapat informasi dari anggota Projo Sukabumi Eddy Purwadi terkait PMI Eros yang minta bantuan untuk pulang ke Indonesia. Setelah mendapat arahan dari Ketua dan Penasehat Satgas P2MI Projo, kami (Tim Satgas P2MI Projo) mendampingi Dede Ruslan dan Eddy Purwadi ke BP2MI dan Kemnaker untuk membuat pengaduan serta dokumen yang diperlukan.

“Awalnya kami hanya menerima laporan dan foto copy KTP saja. Kemudian kami mencoba melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan melakukan penelusuran selama 1 minggu dan akhirnya kami mendapatkan foto copy paspor PMI tersebut (Eros),” ucap Marthin.

Setelah berkas dan data-data yang diperlukan sudah lengkap, lanjut Marthin, anggota Projo Sukabumi Eddy Purwadi, mengantarkan Dede Ruslan bertemu Tim Satgas P2MI Projo di Jakarta untuk membuat pengaduan ke BP2MI dan Kemnaker.

Dede Ruslan menceritakan Ibunya berangkat ke Arab Saudi mulai tahun 2011 hingga saat ini. Namun ibunya (Eros) digaji hanya 3 tahun pertama saja dan hingga saat ini ibunya belum menerima gaji.

“Ibu hanya digaji 3 tahun pertama dan hingga saat ini belum menerima gaji. Kejadian ini terjadi saat majikan laki-laki tempat ibu bekerja di Arab Saudi meninggal dunia,” kata Dede Ruslan saat memberikan keterangan pengaduan ke petugas BP2MI dan Kemnaker.

Oleh karena itu, Dede menyampaikan keinginan ibunya untuk bisa dibantu kepulangannya ke Indonesia. Meski tak menerima gaji, PMI Eros tidak pernah mendapat perlakuan kasar dari majikannya.

Eros sempat menyampaikan keinginannya untuk pulang ke Indonesia kepada majikannya, namun permintaan tersebut ditolak dengan alasan biaya kepulangannya sangat mahal.

Baca juga:

Satgas P2MI Projo Laporkan Dugaan Pengiriman 4 CPMI Non Prosedural ke Polresta Bandara Soetta

“Kami sangat berterima kasih kepada Satgas P2MI Projo yang mau membantu saya untuk membuat pengaduan ke BP2MI dan Kemnaker karena kami tidak tau harus mengadu kemana. Kami juga berharap pihak BP2MI, Kemnaker dan lainya dapat membantu ibunya kembali ke Indonesia serta mendapatkan hak-haknya,” ucap Eros usai membuat laporan pengaduan di Jakarta.

Sementara Wakil Sekretaris Satgas P2MI Projo Marthi Marthin Purba meminta Dede bersabar dan berdoa. “Kami (Satgas P2MI Projo) hanya mendampingi tapi kami tetap mengawasi proses dan perkembangannya. yang penting banyak berdoa dan sabar,” tutup Marthin.

Brosur Hosana Jasa Persada

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...