20 Pekerja Migran Indonesia Disekap di Perbatasan Thailand dan Myanmar

P2MIProjo.com – Sebanyak 20 pekerja migran asal Indonesia diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tingkat internasional. Mereka dipekerjakan secara ilegal dan disekap di perbatasan Thailand dan Myanmar.

Korban diketahui terjebak dalam jaringan sindikat penipuan melalui website atau aplikasi Crypto. Awalnya, mereka dijanjikan pekerjaan dengan gaji senilai Rp10 juta di luar negeri.

Nyatanya, korban malah dipekerjakan secara paksa, diancam, hingga disiksa. Tak hanya itu, mereka juga tidak diizinkan untuk pulang dan diminta membayar denda senilai 70.000 yuan atau setara dengan Rp160 juta.

Baca juga:

Perang Kian Memanas, Pemerintah Evakuasi WNI dari Sudan

Ketua Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, mengatakan pihaknya sudah menerima informasi terkait kasus penyekapan ini sejak 13 Maret 2023 lalu. Sejauh ini, BP2MI baru mampu mengidentifikasi 3 dari 20 PMI yang disekap di luar negeri.

“Kita tentu merahasiakan ketiga nama tersebut. Kita juga langsung meminta keterangan dari keluarga, terkait informasi kapan mereka berangkat dan dikirim siapa,” ujar Benny, dikutip dari tayangan Newsline di Metro TV, Kamis, 27 April 2023.

Baca juga:

Pemerintah Wajib Selamatkan WNI di Sudan

Setelah dilakukan pemeriksaan, para korban ternyata dikirim oleh calo ke tempat tujuan. Terlebih, mereka juga diberangkatkan secara tidak resmi ke luar negeri.

Benny menyampaikan bahwa pihaknya sudah menghubungi perwakilan kedutaan besar RI di Myanmar. Namun, saat ini kedutaan besar RI belum bisa mengambil langkah untuk mengevakuasi korban.

“Biasanya ada kesulitan untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum setempat atau mengetahui titik penyekapan. Tapi kita yakinkan bahwa perwakilan kita sedang bekerja melakukan evakuasi secepatnya dan memulangkan para pekerja kita,” jelasnya.

Baca juga:

Sororti Perban 09/2020, Moeldoko: Perlu Ada Penguatan, Jangan Sampai Aturan Jadi Penghambat

Benny memastikan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini dan berupaya memberikan perlindungan kepada korban. Pasalnya, melindungi warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri sepenuhnya menjadi tanggung jawab BP2MI.

Brosur Hosana Jasa Persada

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...