Wamenaker Minta Aparat Kepolisian Tindak Tegas Pelaku Pengiriman PMI Ilegal, Satgas P2MI Projo Angkat Jempol

P2MIProjo.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen akan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara non prosedural atau ilegal ke luar negeri, baik perorangan maupun korporasi. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor terkait pencegahan pemberangkatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang dilakukan pihaknya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dan Bandara Juanda, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

“Selama ini kami hanya memberi sanksi ringan, dan hanya mencabut atau skorsing. Tetapi sekarang, kami ingin melakukan efek jera kepada mereka yang melakukan penempatan PMI secara nonprosedural, cabut SIUP nya,” tegas Afriansyah, saat menggelar Konferensi Pers di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (12/4/2023).

Baca juga:

Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ciduk 1 Orang Pelaku TPPO, Ini Respon Satgas P2MI Projo

Untuk itu, Wamenaker meminta pihak kepolisian untuk memberikan hukuman kepada pelaku yang memberangkatkan PMI secara non prosedural baik perorangan atau koorporasi berdasarkan berita acara yang diberikan pihaknya.

“Saat penyelamatan terhadap 64 CPMI di Bandara Soetta (15 Desember 2022), tim kemnaker dan saya hadir di lokasi (Bandara Soetta) didampingi pihak kepolisian (Waka polres bandara) dan kepala Imigrasi bapak Tito,” jelasnya.

Artinya, sambung Afriansyah, berita acara yang diberikan kementerian ketenagakerjaan kepada pihak kepolisian merupakan fakta yang terjadi di lapangan.

Baca juga:

Satgas P2MI Projo Pantau Bandara Soetta, 64 CPMI Gagal Berangkat ke Timur Tengah

“Di bandara Soetta ada 5 PT yang diduga terlibat, di bandara Juanda ada 7 PT yang diduga terlibat. Semua data sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian,’ terangnya.

Kami juga sudah berkomunikasi dengan Kapolri, Kapolda Metro bahkan ke Menkopolhukam. tambahnya.

“Selama 10 bulan menjabat sebagai Wamenaker, saya ingin memberikan tindakan tegas kepada pelaku yang memberangkatkan pmi secara nonprosedural, supaya PMI yang digaungkan sebagai Pahlawan devisa mendapatkan perlindungan dengan baik,” tegasnya.

Baca juga:

Kemenaker Selamatkan 64 Orang CPMI Non Prosedural di Bandara Soetta

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta, Kompol Reza Fahlevi mengatakan, pihaknya telah berhasil menangkap seorang terduga pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap 64 calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan ke Timur Tengah pada 15 Desember 2022 lalu.

““Pelaku inisial RBJ sempat melarikan diri, dan akhirnya berhasil diamankan di rumahnya di Karawang, Jawa Barat, Februari 2023,”ucap Reza Sabtu (8/4/2023).
Kompol Reza Fahlevi menyatakan terungkapnya pengiriman 64 calon PMI ini bermula dari laporan seorang pegawai Kementerian Tenaga Kerja RI soal adanya dugaan pengiriman cpmi ke negara Timur Tengah secara nonprosedural.

“Berdasarkan laporan itu maka kemudian tim Polres, Kementerian Tenaga Kerja dan Imigrasi mendapat informasi bahwa tersangka akan mengirimkan 64 orang calon PMI melalui gate 5 terminal 3 Bandara Soetta dengan maskapai penerbangan Oman Air dengan tujuan Jakarta-Muscat dan Muscat-Riyadh atau Jakarta-Muscat dan Muscat-Dubai, Timur Tengah, maka tim ini pun segera melakukan pencegahan,” kata Reza.

Baca juga:

Menaker-Dubes Arab Saudi Bahas Implementasi SPSK Lindungi PMI

Sementara Satuan Tugas Peduli Pekerja Migran Indonesia (Satgas P2MI) Projo menilai, pihak kepolisian belum menjalankan laporan yang diberikan pihak Kemnaker secara maksimal.

“Sampai saat ini belum ada korporasi atau PT yang terlibat memberangkatkan PMI secara Nonprosedural diungkap ke publik. Padahal, dalam konferensi pers Kementerian Ketenagakerjaan kemarin (12/4/2023) disebutkan ada 5 PT yang diduga terlibat pemberangkatan 64 CPMI secara Nonprosedural di Bandara Soetta dan 7 PT di Bandara Juanda yang akan memberangkatkan 87 CPMI,” tegas Wakil Sekretaris Satgas P2MI Projo, Marthin Purba.

“Jika pelaku pemberangkatan PMI secara ilegal atau Non-prosedural ditangkap dan diungkap ke publik, kami angkat jempol untuk kemnaker dan kepolisian RI,” tutupnya.

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...