Manfaatkan Permenaker Nomor 4 tahun 2023, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng APJATI dan P3MI

P2MIProjo.com – BPJS Ketenagakerjaan memanfaatkan Permenaker nomor 4 tahun 2023 dengan menggandeng Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) dan P3MI untuk menggelar sosialisasi dan edukasi terkait kemudahan layanan serta peningkatan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

Kegiatan yang digelar di Jakarta tersebut diikuti oleh 150 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang selama ini memegang peranan penting dalam penyaluran PMI ke negara penempatan. 

Baca juga:

Polri: 1.000 PMI Jadi Korban Perdagangan Orang ke Timur Tengah

Dalam sambutannya, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Roswita Nilakurnia menyoroti pentingnya sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, APJATI dan P3MI untuk bersama-sama membangun optimisme dalam memberikan perlindungan jaminan sosial yang paripurna. 

“Saya memandang pertemuan ini meskipun singkat namun sangat penting. Karena mulai hari ini komunikasi kita kedepan bisa lebih intens, sehingga saya optimis tahun 2023 ini BPJS Ketenagakerjaan dapat melindungi lebih banyak PMI. Jika sinergi ini bisa berjalan dengan baik, negara patut kembali berbangga karena PMI benar-benar bisa menjadi pahlawan devisa,”tutur Roswita. 

Baca juga:

SISKOTKLN Dibuka, BP2MI Berangkatkan 48.000 CPMI

Sejalan dengan itu Ketua APJATI Ayub Basalamah memberikan apresiasi sekaligus menyatakan kesiapannya untuk mendukung BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas cakupan kepesertaan maupun layanan kepada PMI. 

“BPJS Ketenagakerjaan bersama dengan APJATI nantinya bersama-sama menggali potensi-potensi yang bagaimana kedepannya, bahwa betul-betul mencapai titik yang paling maksimal melindungi PMI. Itu yang kami harapkan,” ujar Ayub. 
.

ISO Jepang

Pihaknya juga berharap akan terbangun kesadaran dari para P3MI bahwa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya dipandang sebagai syarat namun sebuah solusi untuk menyelesaikan permasalahan PMI. 

Harapan tersebut salah satunya terjawab lewat Permenaker 4/2023 yang memuat 7 manfaat baru dan 9 manfaat yang nilainya bertambah. Atau dengan kata lain saat ini terdapat 21 manfaat yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada para PMI dari yang sebelumnya hanya sejumlah 14 manfaat. Tentunya seluruh peningkatan manfaat ini tanpa kenaikan iuran. 

Selain itu Roswita juga membeberkan bahwa pada bulan November lalu BPJS Ketenagakerjaan telah meluncurkan kanal e-Klaim untuk mempermudah para PMI dalam mengakses layanan klaim maupun perpanjangan kepesertaan di negara penempatan. 

Brosur Hosana Jasa Persada

Layanan ini dapat diakses melalui laman eklaim-pmi.bpjsketenagakerjaan.go.id. Adanya fasilitas ini mendapatkan respon positif dari para PMI, terbukti dari jumlah klaim yang terus meningkat sejak Januari-Maret 2023. 

“Inilah bukti negara hadir untuk memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi para pekerja Indonesia, oleh karena itu saya mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk memastikan para PMI memperoleh haknya tersebut, sehingga mereka bisa Kerja Keras Bebas Cemas,”pungkas Roswita.

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...