PT Andalan Mitra Prestasi Berangkatkan 100 PMI ke Malaysia

P2MIProjo.com – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat lepas 100 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari beberapa daerah yang diberangkatkan ke Malaysia melalui perusahaan penyalur tenaga kerja PT. Andalan Mitra Prestasi pada Rabu (15/3).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang, Sumatera Barat Dian Fakri usai melepas pekerja migran Indonesia di Padang, mengatakan, angka pengangguran di Kota Padang saat ini mencapai 60 ribu lebih dan didominasi oleh lulusan S1

Menurut dia peluang kerja ke luar negeri diharapkan dapat membantu mengurangi angka pengangguran di daerah setempat.

Baca juga:

Kapolda Kepri Ingatkan Personel Untuk Tidak Bekingi PMI Ilegal

“Kami berpesan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan iming-iming mendapatkan jaminan kerja di luar negeri tanpa ada kepastian yang jelas,” kata dia

Ia mengatakan kalau perusahaan yang memberangkatkan aman karena jelas pekerjaannya di kilang atau pabrik, tapi kalau dibawa orang satu dua orang ini, itu yang sedang diperangi.

“Jangan mau tergiur para pencari kerja yang dibawa satu dua orang saja dijamin segala macam, ndak tahu siapa. Jadi lebih baik kepada perusahaan yang jelas mendaftar jadi kita memantaunya pun bisa lebih lancar,” kata dia.

Baca juga:

BP2MI Selamatkan 18 CPMI Non Prosedural di Bekasi dan Cipayung

Sementara Direktur Utama PT Andalan Mitra Prestasu Tafyani Kasim mengatakan saat ini ada permintaan 1.500 tenaga kerja di Malaysia.

Menurut dia kinerja para Pekerja Migran Indonesia (PMI) akan menentukan keberlangsungan mereka bekerja di Malaysia karena harus bersaing dengan tenaga kerja di Nepal dan Myanmar.

“Kelangsungan pengambilan laki-laki maupun wanita yang dibutuhkan sekian ribu itu tergantung kinerja mereka kalau dianggap baik dari Indonesia itu maka kita bisa bersaing dengan negara yang menjadi kompetitor berat kita,” kata dia.

Brosur Hosana Jasa Persada

Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) mencatat pada tahun 2021, PMI berhasil mengumpulkan devisa negara sebesar Rp156 triliun. Berdasarkan aturan, sebelum berangkat bekerja mereka harus dibekali pengetahuan seputar budaya negara tempat bekerja, Undang-Undang negara penempatan, perjanjian kerja di perusahaan hingga bahaya narkoba dan anti radikalisme.

Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di luar negeri harus memiliki jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...