PT Putri Samawa Mandiri Angkat Bicara Soal Aduan 18 CPMI ke DPRD Lombok Timur

P2MIProjo.com – PT Putri Samawa Mandiri membantah jika pihaknya dianggap menelantarkan 18 CPMI asal Lombok Timur yang disebut gagal berangkat ke Taiwan.

Kepala Cabang NTB, PT Putri Samawa Mandiri, Hj. Rohyana Dewi Syabli menegaskan, persoalan tersebut sebenarnya telah diselesaikan ketika dimediasi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bersama dengan 18 CPMI pada, 16 Februari 2023 lalu.

“PT Putri Samawa Mandiri sebelumnya juga telah melakukan beberapa kali mediasi dan berkomunikasi dengan Disnakertrans NTB dengan membawa dokumen dan menceritakan kronologi yang terjadi bersama 18 CPMI tersebut,” kata Rohyana kepada awak media di kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) Lombok Timur, Jumat (10/3/2023).

Baca juga:

Wagub NTB Sebut Pengiriman PMI Non Prosedural Menurun

Selanjutnya, Rohyana menjelaskan, dalam mediasi dengan BP2MI tersebut, PT Putri Samawa Mandiri menerima surat pengunduran diri dari CPMI lengkap dengan tanda tangan bermaterai.

“Kami sebenarnya tetap mempertahankan CPMI tersebut sampai dengan turun Perjanjian Kerjasama (PK), namun mereka tetap ingin mundur sehingga kami minta membuat surat pengunduran diri,” ucapnya.

Pengunduran diri tersebut, masih kata Rohyana, akan segera diproses dengan perkiraan waktu sampai dengan tiga bulan.

“Namun kami kaget, tiba-tiba CPMI bersama NGO yang mendampingi melakukan hearing ke DPRD Lombok Timur yang kemudian dimuat media online, sebelum tenggat waktu yang disepakati berakhir,” sambung Rohyana.

Baca juga:

19 PMI Non Prosedural Kena Ciduk Lanal Tanjung Balai Asahan, 2 Orang Kabur ke Hutan Bakau

Saat ini proses pengambilan dokumen, pembatalan ID dan pengembalian uang CPMI tersebut masih dalam proses dengan pihak agensi.

Ia menjamin dokumen-dokumen tersebut akan dikembalikan beserta sisa uang yang telah dikeluarkan bersama dengan rincian biaya yang telah terpakai.

Akibat dari persoalan tersebut, PT Putri Samawa Mandiri mengalami kerugian berupa berkurangnya kepercayaan dari agensi.

“Kami harus memproses dari awal lagi pergantian 18 CPMI yang mundur. Selain itu, CPMI juga merugi karena sudah berproses cukup jauh,” sesalnya.

Lebih lanjut Rohyana menjelaskan bahwa proses pemberangkatan PMI ke Taiwan berbeda dengan negara-negara lainnya seperti Malaysia yang hanya membutuhkan waktu sekitar empat bulan.

Brosur Hosana Jasa Persada

Pemberangkatan ke Taiwan membutuhkan waktu selambat-lambatnya sampai 12 bulan bahkan lebih. Kondisi tersebut karena menyesuaikan kebutuhan di negera tersebut.

Dia mecontohkan, misalnya dari jumlah job yang dikeluarkan sebanyak 200 orang, PT Putri Samawa Mandiri mengirim sesuai kebutuhan pabrik sekitar 20 orang.

“Jumlah inilah yang kemudian dibuatkan SIP dan direkrut. Itupun menjadi aturan negara mengambil pekerja di bulan tertentu,” terangnya.

18 CPMI tujuan Taiwan tersebut telah mendaftar pada Januari 2022 dan dilakukan pembuatan paspor sekitar bulan April hingga bulan September 2022.

“Pemberangkatan 18 CPMI ini, direncanakan akan ditempatkan di dua sektor yaitu, konstruksi dan pabrik,” kata Rohyana.

Untuk diketahui, di sektor konstruksi, CPMI mengeluarkan biaya berkisar, 10 juta, 12 juta, 15 juta dan 17 juta. Sedangkan di sektor pabrik, CPMI mengeluarkan biaya, 35 juta hingga 45 juta.

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...