Negara Wajib Hadir Lindungi PMI

P2MIProjo.com – Bicara Pekerja Migran Indonesia identik dengan masalah yang tidak berkesudahan, konkritnya nasib mereka berbanding terbalik dengan gelar pahlawan devisa.

Jika melihat soal pemberangkatan pekerja migran Indonesia ke Arab Saudi selama moratorium , negara telah kalah telak dengan calo-calo pekerja migran yang terus bergerilya mencari dan mengirim calon pekerja migran, tanpa memperdulikan moratorium dari negara tujuan.

Akibatnya, timbul sederet masalah mendera pekerja migran Indonesia seperti tidak digaji, disiksa majikan, pelecehan, lost kontak, TKI ilegal, human traffict dan lainnya.

Baca juga:

Usai Pulangkan Novi dari Arab Saudi, Satgas P2MI Projo Kumpulkan Data Untuk Diserahkan ke Mabes Polri

Dalam acara sosialisasi bertajuk “Cara Aman Bekerja ke Luar Negeri” yang digawangi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jabar, Seorang ibu menyampaikan pengakuannya secara gamblang apa yang dialaminya saat menjadi pekerja migran.

“Saya pernah mengalami sendiri, pelecehan seksual itu benar-benar terjadi,” ucap seorang ibu peserta tanpa ragu, di Aula Kec. Cililin, (Kamis, 9 Pebruari 2023).

Mendengar pengakuan menohok dari ibu paruh baya itu, seolah menampar muka peserta yang hadir dan memastikan bahwa pekerja migran Indonesia tidak sedang baik-baik saja.

Selanjutnya, ketua harian Asosiasi Pekerja Purna Migran Indonesia (APPMI), Suparyanto meminta agar pemerintah hadir ditengah permasalahan yang dihadapi para pekerja migran.

Brosur Prima Tour
Brosur Prima Tour

“Pekerja Migran adalah WNI, negara harus melindungi mereka, jangan bicara pekerja legal dan ilegal,” pinta Suparyanto.

Menanggapi pernyataan Suparyanto ini, BP2MI memastikan negara akan hadir dan melindungi PMI.

“Negara dipaksa harus hadir, karena memang sudah kewajiban, tidak lagi bicara legal atau ilegal,” tegas Fredi A. Situmorang, Kabid penempatan BP2MI Prov. Jabar, seperti dilansir Bandungkita.id, Kamis (9/2/2023).

Adapun tujuan dari sosialisasi ini supaya pemerintah, mengedukasi calon pekerja migran.

“Ada tiga tujuan yang ingin kami sampaikan, pertama untuk orang bisa bekerja keluar negeri dengan cara yang benar, kedua alur kesempatan kerja dan yang ketiga peluang kerja apa saja yang dibutuhkan di negara tujuan,” jelas Fredi.

Fredi berharap stake holder yang hadir diacara sosialisasi bisa meresosialisasi kepada calon pekerja migran.

“Kami berharap stake holder yang hadir saat ini bisa mensosialisasikan ulang kepada calon pekerja migran untuk bersikap cerdas sebelum memutuskan bekerja di luar negeri”, pungkasnya.

Sebagai informasi, Sosialisasi Bertajuk
“Cara Aman Bekerja ke Luar Negeri” dihadiri Disnakertrans Prov. Jabar dan BP2MI, Kabid Tenaga Kerja Disnakertrans KBB, perwakilan kepala seksi dari 6 Kecamatan, (Cihampelas, Cililin, Simdangkerta, Gununghalu, Cipongkor dan Rongga), juga stake holder dari sejumlah desa.

Brosur Hosana Jasa Persada

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...