Ketum Kadin Lepas 29 Mahasiswa Program Magang dan PMI ke Jepang

P2MIProjo.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus melakukan terobosan terhadap pasar tenaga kerja di dalam dan luar negeri. Pasar kerja di Jepang yang saat ini baru terisi 3 persen akan terus ditingkatkan melalui kerjasama magang dan peningkatan Pekerja Migran Indonesia.

“Senin (6/2), kami akan melepas 29 mahasiswa program magang dan Pekerja Migran Indonesia di Jepang. Acara pelepasan akan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Arsyad Rasyid di Menara Kadin Indonesia,” jelas Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Ketenagakerjaan Kadin Indonesia Adi Mahfudz Wuhadji kepada wartawan di Jakarta, Ahad (5/2).

Acara pelepasan juga akan dihadiri pihak Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, dan pihak rektorat Universitas Negeri Surabaya (UNESA) serta komite tetap Ketenagakerjaan Kadin Indonesia serta undangan lainnya.

Menurut Adi, program magang atau praktek kerja (internship) ke perusahaan Jepang ini akan diikuti oleh 29 mahasiswa UNESA. Mereka akan berada di Jepang selama satu tahun, atau dua semester mata kuliah.

Baca juga:

Pemerintah Pasang Target 100 Ribu PMI ke Jepang, Keihin Corporation Luncurkan Aplikasi Maha Job

“Setelah lulus, Kadin akan memfasilitasi mahasiswa tersebut kembali ke Jepang untuk bekerja melalui program Tokutei Ginou atau Specified Skilled Workers (SSW), dengan kontrak kerja selama 5 tahun.” papar Adi.

Selain melepas mahasiwa program internship ke Jepang, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsyad Rasyid juga melepas Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke negara Sakura itu. PMI ini akan bekerja selama lima tahun di Jepang.

Sebelum program ini berjalan, kata Adi, telah beberapa kali pihak Jepang berkunjung ke Kadin Indonesia dalam rangka menyampaikan kebutuhan tenaga internship maupun bekerja di Jepang. Hal ini menjadi strategis mengingat Jepang dewasa ini sedang mengalami situasi kritis terkait kekurangan SDM.

Baca juga:

Tak Direspon Pemda, Kemnaker Pulangkan 36 CPMI ke NTB

Saat ini, angka pertumbuhan penduduk Jepang sudah minus. Pada periode 2021-2022 kemarin, sudah minus sekitar 400 ribu jiwa. Apalagi, diperkirakan pada tahun 2030 sepertiga populasi negara Jepang akan berusia 65 tahun, sehingga mengakibatkan kekurangan tenaga kerja yang sangat siginifikan. Jutaan orang dibutuhkan untuk menjadi Pekerja Migran di Jepang, sayangnya Indonesia masih minim memanfaatkan kesempatan ini.

Tercatat, menurut posisi data tahun 2020, Indonesia baru memanfaatkan sebanyak 3% dari kebutuhan yang ada. Kalah dengan Nepal yang sudah mencapai 6%, Brasil 8%, Filipina 11%, Vietnam 24% dan Tiongkok 25%.

Oleh sebab itu, kata Adi, pemerintah melalui kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), mendorong dikembangkannya Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM), agar mahasiswa berkesempatan meningkatkan wawasan dan kompetensinya.

Baca juga:

Penampungan CPMI Ilegal di Surabaya Digerebek, 29 Telepon Seluler Diamankan Petugas

Sejalan dengan itu, pemerintah juga telah menerbitkan Perpres Nomor
68 tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.

Terkait dengan hal itu, tegasnya, Kadin Indonesia berupaya mendorong agar program MBKM dan peran Kadin dalam Perpres 68/2022 tersebut dapat dijalankan secara beriringan. Salah satunya melalui program internship (praktek kerja), yang kali ini didorong untuk dapat dilaksanakan ke luar negeri, terutama ke Jepang.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Adi Mahfudz, menyebutkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia hingga Agustus 2022 sebanyak 8,42 juta orang (14 persen diantaranya berasal dari jenjang diploma dan sarjana S1).

Brosur Hosana Jasa Persada

Jumlah angka ini tergolong tinggi, belum lagi kasus PHK yang tercatat hingga
November 2022 mencapai 79.316 orang dan angka ini terus bertambah hingga hari ini. Sementara, secara rata-rata per tahun jumlah Angkatan kerja baru tumbuh sekitar 2,25 juta orang.

Kondisi ini tentunya memerlukan solusi bersama, agar angka pengangguran
tidak semakin bertambah bahkan bisa dikurangi.

“Permasalahan utama dalam upaya mengatasi pengangguran yakni terbatasnya
ketersediaan lapangan kerja. Sementara lapangan kerja yang ada menuntut pengetahuan dan keterampilan SDM yang tinggi. Hal ini seiring dengan tuntutan perkembangan industri 4.0.” pungkas Adi Mahfudz.

Brosur Prima Tour
Brosur Prima Tour

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...