Kemnaker Menyambut Positif Kolaborasi Dengan Satgas P2MI Projo

P2MIProjo.com – Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker RI Suhartono menyambut baik kunjungan Satuan Tugas Peduli Pekerja Migran Indonesia (Satgas P2MI) Projo di kantornya, Rabu (2/11/2022). Dalam kunjungan tersebut, Satgas P2MI Projo yang dikomandoi oleh Sinnal Blegur memaparkan berbagai temuan di lapangan terkait pekerja migran Indonesia (PMI) non prosedural hingga P3MI bermasalah.

Sinnal Blegur mengatakan, praktik pemberangkatan PMI non prosedural merupakan masalah yang tak pernah selesai sejak dulu, oleh karenanya peran serta masyarakat untuk mendukung negara hadir dan memberikan pelindungan bagi warganya wajib terus di dorong. Hingga saat ini, pemberangkatan PMI non prosedural masih terjadi. “Kami (Satgas P2MI Projo) banyak menerima pengaduan melalui Call Center yang ada di website satgas www.p2miprojo.com,” ucapnya.

Call Center kami, lanjut Sinnal, dapat diakses oleh PMI yang berada di daerah maupun PMI yang sudah bekerja di luar negeri. Setiap PMI yang menghubungi Call Center kami wajib mengisi data lengkap dalam formulir pengaduan serta surat kuasa.

“Berdasarkan pengaduan tersebut, Satgas P2MI Projo melakukan rapat internal kemudian berkoordinasi dengan BP2MI, Kemnaker dan pihak kepolisian untuk menentukan langkah selanjutnya,” ungkap Sinnal sambil menyerahkan 1 (satu) Bundel data temuan di lapangan.

Statement Presiden Jokowi yang mengatakan Lindungi PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki harus dapat terwujud dan kita lakukan secara bersama-sama. Selama tujuan kita sama kita pasti ketemu di suatu persimpangan walau gak selalu harus seiring sejalan.

Menanggapi hal itu, Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker RI Suhartono sangat senang dan mengapresiasi semangat dan tujuan Satgas P2MI Projo. Ia pun sepakat dan mengajak Satgas P2MI Projo untuk bersama-sama menjaga dan melindungi para PMI.

“Kami di kementerian Ketenagakerjaan khususnya Binapenta dan PKK tidak bisa bekerja sendiri harus melibatkan pemerintah daerah dan semua stakeholder. Bahkan untuk membantu saudara-saudara kita yang ingin bekerja ke luar negeri, kami (Kemnaker) bukan hanya membantu PMI bisa bekerja saja tapi bisa bekerja dan bisa sejahtera seperti yang disampaikan Ibu Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah,” ucapnya.

Baca juga:

Satgas P2MI Projo Kutuk Keras Penyiksaan Terhadap PMI di Singapura

Seperti kita ketahui, untuk menjadi seorang PMI harus melalui proses yang sangat panjang. Mulai dari perekrutan, pembinaan, pelatihan, P3MI, Paspor, negara penempatan dll. Disinilah kita perlu bekerja sama, berkolaborasi dengan semua stakeholder dan masyarakat. Kuncinya kita berkolaborasi. ujarnya.

Jika kita semua dapat berkolaborasi, sambung Suhartono, kedepannya kita bisa mendeteksi mereka yang menjadi pekerja di luar negeri mulai dari bekerja, dimana mereka bekerja sampai PMI tersebut kembali/pulang ke Indonesia. “Inikan bukan suatu pekerjaan yang ringan dan tidak bisa juga kita kerjakan sendiri harus melibatkan stakeholder terkait dan lembaga masyarakat,” tambahnya.

Terkait kasus, sambung Hartono, menangani kasus PMI dan P3MI adalah masalah yang cukup komplek. Karena masalah yang kita tangani adalah masalah manusia jadi kita perlu menyelesaikannya dengan cara yang menghormati kemanusiaan itu sendiri.

Oleh karena itu, kami menyambut baik apa yang telah dilakukan Satgas P2MI Projo karena tujuan kita sama yang penting kita tidak melanggar aturan, tidak membuat hiruk pikuk yang kemudian membuat suasana jadi kurang baik (gaduh). “Artinya kita menangkap masalah dan menyelesaikan masalahnya secara utuh. Jangan sampai menyelesaikan masalah dan timbul masalah lagi. Misalnya Satgas P2MI Projo mengeluhkan sakit perut ya kami (Kemnaker) pasti memberikan obat sakit perut. Kembali kata kuncinya berkolaborasi,” ulang Suhartono.

“Jika Satgas P2MI Projo menemukan berbagai kejanggalan baik masalah PMI Non prosedural atau P3MI di lapangan silahkan melaporkan kepada kami berikut bukti-bukti yang ada maka kami (Kemnaker) dan juga kepolisian serta lembaga terkait akan berkoordinasi, mendalami sehingga kami dengan mudah menentukan langkah selanjutnya sampai memberikan sanksi,” tandasnya.

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...