Pemerintah Aceh Pulangkan 14 PMI dari Kepri yang Dideportasi Malaysia

P2MIProjo.com – Pemerintah Aceh membantu kepulangan 14 pekerja migran Indonesia (PMI) yang bermasalah hukum di Malaysia ke kampungnya masing-masing. Para PMI tersebut tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Kamis (20/10) malam.

Kepala Dinas Sosial Aceh Yusrizal mengatakan, 14 PMI yang bermasalah dengan hukum di Malaysia karena tidak memiliki dokumen lengkap sempat ditampung di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) sebelum dibawa ke Tanah Rencong.

“Setelah mendapatkan informasi tentang keberadaan teman-teman PMI yang mengalami masalah keterlantaran di daerah orang, Pemerintah Aceh segera merespon dan berupaya memberikan bantuan pemulangan kepada warganya untuk kembali ke kampung halaman,” kata Kepala Dinas Sosial Aceh Yusrizal kepada wartawan, Jumat (21/10/2022).

Yusrizal menambahkan, Ada 33 PMI yang dideportasi otoritas Malaysia menggunakan kapal feri rute Johor ke Tanjung Pinang. Namun 19 orang sudah kembali ke kampung halaman bersama keluarganya.

“Mereka dipulangkan ke Indonesia setelah ada vonis bebas dari otoritas Malaysia,” jelasnya.

14 orang yang dipulangkan Dinsos ke Aceh berasal dari Kabupaten Aceh Utara 5 orang, Aceh Timur 6 orang, Aceh Barat 2 orang, dan Aceh Tamiang 1 orang. Yusrizal mengingatkan mereka yang ingin kembali bekerja di luar negeri agar memperhatikan ketentuan dan peraturan yang berlaku terkait dokumen tenaga kerja luar negeri.

“Silahkan direncanakan dengan baik, jika ingin kembali ke sana (Malaysia). Siapkan dokumen yang lengkap dan ikuti peraturan yang berlaku, jika memang dirasa pengalaman di sana cocok untuk peluang-peluang mata pencaharian,” jelas Yusrizal.

“Kendatipun tetap di Aceh, apapun dan di manapun tetap ada peluang, sepanjang kita bertawakkal kepada Allah dan berusaha dengan maksimal,” lanjutnya.

Seorang PMI asal Aceh Barat, Adi Samsuar (40), mengaku selama 13 hari di penampungan para PMI Aceh mendapatkan perlakuan yang baik dan layak oleh petugas. Kesalahan yang dilakukannya yaitu tidak memiliki dokumen saat bekerja dijadikan pelajaran ke depan.

“Harapannya bisa melanjutkan pekerjaan di sana, jika ada yang bisa membawa kami keluar negeri dengan fasilitas dan dokumen yang lengkap, mungkin kami akan berangkat ke sana lagi,” jelas Adi.

Sumber: Detikcom

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...