Romo Paschall Minta Pelaku TPPO dan Mafia Penyalur PMI Non Prosedural Ditindak Tegas

P2MIProjo.com – Perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) bukan saja menjadi urusan pemerintah, setiap elemen masyarakat pun bisa berperan untuk ikut melindungi PMI dari praktik-praktik ilegal yang dapat mengarah ke tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Lewat Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP), pria yang akrab disapa Romo Paschall membantu PMI yang sedang terjerat kasus dan melakukan advokasi terhadap PMI yang menjadi korban TPPO. KKPPMP yang dibangun sejak 2020 pun telah memiliki satu shelter atau rumah aman.

“Tempat itu kami gunakan untuk pendampingan para korban untuk mengungkap kasus dan mendapatkan keadilan.” terangnya.

Aktivis HAM Kota Batam sekaligus Pastor Ketua KKPPMP Kepri ini menjelaskan, dalam menangani isu-isu kemanusiaan, khususnya pekerja migran Indonesia (PMI), Romo Paschall menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian.

“Kerjasama itu untuk pengungkapan, penindakan perdagangan orang di Pulau Batam maupun juga isu-isu pengiriman pekerja migran secara masif. Oleh karena itu dalam setiap kegiatan kami bekerjasama dan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait. Kami juga sudah melakukan advokasi dan mendukung kepolisian untuk mengungkap kasus kejahatan PMI yang begitu masif,” imbuhnya.

Romo Paschall dikenal berani untuk melakukan perlindungan terhadap para korban migran secara ilegal melalui jalur perbatasan Indonesia dengan Malaysia dan Singapura.

Menurutnya, Batam merupakan salah satu daerah yang menjadi pusat perhatian nasional bahkan internasional. Karena menjadi pintu keluar masuknya para PMI.

“PMI ini adalah korban dari keganasan mafia. Kenapa, karena mereka hanya ingin bekerja bukan mencari kaya, tapi dapat menghidupkan keluarganya di kampung, memperbaiki kondisi rumah dan bertahan hidup,” ucapnya.

“Saya sangat mengapresiasi personil Polsek KKP dan Polres Barelang Polda Kepri yang telah berhasil mengungkap kasus Human Trafficking di Kota Batam. Sehingga, para calon PMI illegal yang akan diberangkatkan ke luar Negeri secara Non Procedural dan tidak dilengkapi dokumen yang lengkap sebagai calon PMI bisa terselamatkan,” lanjut Romo Paschall.

Sebagai masyarakat yang baik, kata dia, dirinya akan terus aktif dalam melakukan advokasi dalam hal perdagangan orang dan isu-isu calon pekerja migran indonesia yang diperlakukan secara tidak manusiawi.

Ia pun berharap penegakan hukum yang dilakukan kepolisian selama ini terhadap pelaku TPPO bisa memberikan efek jera bagi pelaku lain, sehingga tidak ada lagi kasus perdagangan orang di Indonesia, khususnya di Kepri dan Kota Batam.

Selain itu. kegiatan nyata KKPPMP Bersama Dinas Terkait PPA Kota Batam, yaitu aktif melakukan sosialisasi terhadap siswa SMA/SMK se Kota Batam terkait upaya pencegahan TPPO. “Permintaan akan PMI ilegal saat ini cukup tinggi, berbanding lurus dengan tingkat SDM rendah dan susahnya ketersediaan lapangan pekerjaan di Indonesia.” tutupnya.

Berbagai Sumber

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...