Tiba di Indonesia dan Bertemu Keluarga, Suhartatik: Satgas P2MI Projo Peduli Orang ‘kecil’

P2MIProjo.com – Satuan Tugas Peduli Pekerja Migran Indonesia (Satgas P2MI) Projo temui PMI Non prosedural asal Blitar Suhartatik (50) di Shelter BP2MI Tangerang yang tiba dari Qatar, Kamis (13/10/2022). Suhartatik minta Satgas P2MI Projo membantu dirinya bertemu dengan keluarganya.

Wakil Ketua Satgas P2MI Projo, Juwahir yang disambut baik Benny staf Shelter BP2MI Tangerang, menceritakan maksud dan tujuan kedatangan tim Satgas P2MI Projo terkait PMI Non prosedural Suhartatik (50). Setelah berkomunikasi dan melengkapi berbagai data yang harus dipenuhi, Satgas P2MI Projo bersama bu Suhartatik meninggalkan Shelter BP2MI menuju kantor DPP Satgas P2MI Projo.

Saat perjalanan menuju Kantor DPP, Ketua Satgas P2MI Projo Sinnal Blegur mengarahkan tim mencari tempat yang lebih nyaman supaya bu Suhartatik merasa nyaman dan dapat bercerita tanpa rasa takut.

“Tempat makan yang nyaman aja supaya Ibu Suhartatik bisa lebih mengalir apa adanya menceritakan semua masalah yang dialaminya,” kata Sinnal melalui sambungan telpon.

Akhirnya tim Satgas P2MI Projo mengajak bu Suhartatik ke wilayah Jakarta Selatan untuk menikmati makanan dan minuman di Restoran yang menyediakan makanan ala Yordania dan Palestina.

“Alhamdulilah, terima kasih ya Allah ternyata masih banyak orang-orang yang masih memiliki hati yang baik dan peduli kepada orang ‘kecil’ seperti saya,” ucap Suhartatik saat bertemu ketua Satgas P2MI Projo Sinnal Blegur, Sekretaris Toni Kristiastomo dan penasehat Fredy Eko Prasetyo.T, Jum’at (14/10/2022) sore.

Baca juga:

Satgas P2MI Projo Terlibat Aktif Pemulangan Seorang PMI dari Qatar

Usai menikmati makanan dan minuman, Suhartatik tanpa diminta oleh ketua Satgas P2MI Projo Sinnal Blegur, langsung menceritakan semua permasalahan yang dialaminya. Suhartatik, menceritakan pernah menjadi PMI selama 11 tahun di Timur Tengah dan sudah kembali ke Indonesia.
Namun, uang hasil jerih payahnya selama menjadi PMI tak dapat dikelola dengan baik oleh sang suami. “Uang habis nggak tau kemana, rumah juga tidak ada yang diperbaiki, pokoknya nggak ada apa-apa,” bebernya.

Karena desakan ekonomi dan cekcok sepanjang hari dengan suami, Ibu dari dua anak ini memutuskan untuk kembali mencari pekerjaan di luar negeri menjadi PMI. Akhirnya, 7 bulan lalu dirinya menerima ajakan temannya untuk bekerja di Doha Qatar.

Nahasnya, saat bekerja di Qatar Suhartatik mendapat perlakuan kasar dari majikan dan perusahaan tempatnya bernaung.

“Gaji tidak dibayar, tinggal tanpa listrik dan tempat tidur yang sangat tidak layak. Pokoknya sangat tersiksa. Pernah kami makan mie instan satu bungkus dibagi empat orang,” ucapnya.


Setelah 1 bulan mencari pertolongan dan menjalani kehidupan yang sulit, teman bu Suhartatik, Vipit Rosdiana (29) menghubungi Satgas P2MI Projo melalui pengaduan secara online. “Kami dapat informasi dari teman dan dapat nomor kontak, langsung kami chatt meminta bantuan untuk pulang ke Indonesia,” jelasnya.

Akhirnya, usai melakukan Sholat subuh, Vipit Rosdiana (29) mengambil inisiatif dan mengantar Suhartatik (50), Okoy Rokayah Bt Muhibudin(42) dan Yeyet , melapor ke kantor polisi Qatar. Setelah mengisi formulir ketiga PMI tersebut tinggal di penampungan kepolisian Qatar untuk menunggu jadwal kepulangan mereka. Setelah menginap selama 2 hari, Suhartatik dan Okoy Rokayah dipulangkan ke Indonesia secara terpisah.

“Saya transit di Philipina dan saya terpisah dengan Bu Okoy. Kalau Bu Diana dan Yeyet saya tidak tahu masih di kantor polisi atau sudah kembali ke Indonesia. Karena hanya saya dan bu Okoy yang diantar polisi sampai bandara untuk pulang ke Indonesia. Sampai di Bandara Soetta, kami dijemput diantar ke Lounge BP2MI kemudian diantar ke Shelter BP2MI di Tangerang,” ucap Suhartatik.

Menanggapi keterangan Suhartatik, Ketua Satgas P2MI Projo Sinnal Blegur mengatakan, masih banyak para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang belum memahami atau membedakan status prosedural dan non prosedural. “Seperti yang dikatakan bu Suhartatik tadi. Dirinya baru mengetahui kalau dirinya bekerja di Qatar secara non prosedural atau ilegal setelah dijelaskan pihak KBRI disana. Padahal, 11 tahun lalu dirinya menjadi PMI prosedural, ” ucap Sinnal. Artinya, sambung Sinnal, minimnya informasi dan sosialisasi tentang PMI kepada masyarakat khusus bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Selain itu, tambahnya, pilihan menjadi pekerja migran Indonesia dapat dipicu dari berbagai hal seperti, masalah internal keluarga atau rumah tangga, kesulitan ekonomi dan masalah sosial lainnya sehingga PMI tak punya pilihan selain segera terbang sebagai PMI.

Selanjutnya, sosialisasi UU Nomor 18 tahun 2017 menjadi penting untuk dilakukan secara masif dengan bekerjasama dengan berbagai pihak. “Oleh karena itu satgas P2MI Projo sangat ingin terlibat didalamnya dan bekerja sama dengan berbagai pihak dan stake holder terkait untuk melindungi pekerja migran Indonesia dari ujung rambut hingga ujung kaki sesuai perintah Presiden Jokowi,” tutup Sinnal Blegur.

Usai mendapatkan motivasi serta penjelasan Ketua Satgas P2Mi Projo Sinnal Blegur, Suhartatik mengucap syukur dan berterima kasih kepada Satgas P2MI Projo dan seluruh pihak yang membantu kepulangannya ke tanah air tercinta.

“Terima kasih untuk seluruh tim Satgas P2MI Projo, BP2MI, pihak Kepolisian Qatar dan lainnya. Terima kasih juga saya dijamu di Restoran ini semoga segala kebaikan dan kepeduliannya menjadi berkah dan rejeki bagi semuanya yang membantu kepulangan saya,” ucap Suhartini setelah bertemu dengan keluarganya.

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...