Satgas P2MI Projo ‘Giring’ 7 CPMI ke Polsek Cileungsi

P2MIProjo.com – Satgas P2MI Projo bersama polsek Cileungsi menemukan sebanyak 7 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di sebuah kontrakan di Cileungsi, Jawa Barat. Mereka (CPMI) akan diberangkatkan ke Timur Tengah tanggal 2 September 2022.

“Awalnya Satgas P2MI Projo menerima aduan ada Calon Pekerja Migran Indonesia yang akan diberangkatkan ke Timur Tengah dalam keadaan sakit. Dan mereka (CPMI) minta dibantu untuk membawa CPMI tersebut ke Rumah Sakit karena sudah 2 Minggu muntah-muntah. Masuk makanan lalu muntah, makan lalu muntah,” kata Wakil Sekretaris Satgas P2MI Projo, Marthin Purba Selasa (30/8/2022)

Berdasarkan informasi dan aduan tersebut, Satgas P2MI Projo berkoordinasi dengan BP2MI, Binareksa Kemnaker serta Mabes Polri untuk bergerak dan membantu Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) tersebut. “Kami tetap ikut prosedur berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait PMI. Setelah mendapat arahan serta petunjuk dari Ketua Satgas P2MI Projo Sinnal Blegur, kami langsung ke Cileungsi,” jelas Marthin.

Baca juga:

Satgas P2MI Projo Proses Aduan CPMI di Cileungsi

Selanjutnya, Satgas P2MI Projo melaporkan informasi yang diperoleh dan meminta pihak Kepolisian Cileungsi untuk bersama-sama mendatangi kontrakan yang terletak di jalan Narogong RT 005/02 Kampung Cikerewis, Desa Limusnunggal, Cileungsi, Jawa Barat. “Kami didampingi juga oleh Babinmas serta Ketua RT setempat dan menemukan sebanyak 7 orang di kontrakan tersebut. Akhirnya kami mendampingi aparat kepolisian menggiring ke 7 orang CPMI ke Polsek Cileungsi untuk dimintai keterangan. Yang sakit kami bawa ke Puskesmas, Setelah mendapat penanganan dari Puskemas, lalu ikut ke Polsek. Hingga berita ini diturunkan, 7 orang CPMI masih berada di Polsek Cileungsi dan kami tetap akan mengawal,” tegas Marthin.

Saat di lokasi, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Benny Ramdhani meminta Satgas P2MI Projo untuk mengawal dan segera menurunkan tim BP2MI ke polsek Cileungsi. “Kami akan segera mengirimkan tim dan dikembang saja siapa yang calonya, siapa yang rekrut, siapa yang ajak ke situ kan proses hukumnya pasti bisa jalan kok. Uda tau kok siapa yang punya kan gitu, pengembangannya kan pasti gitu. Itu dulu dan terima kasih ya,” ucap Benny melalui sambungan telpon.

Sementara Ketua RT setempat Agus Tile mengucapkan terima kasih kepada Satgas P2MI Projo yang telah memberikan informasi terkait adanya Calon Pekerja Migran Indonesia Ilegal di wilayahnya. “Saya memang kurang paham dan tidak ada laporan dari pemilik kontrakan. Saya seminggu sekali melakukan kontrol dan selalu diinformasikan tidak ada yang baru dan orang lama semua yang ngontrak. Saya selalu mengingatkan harus lapor dan identitasnya harus jelas karena akan dibuatkan domisili. Kalo tidak ada informasi dari Satgas P2MI Projo saya juga tidak tahu masalah ini,” ucap Agus Tile.

Related

Kemnaker Tutup Sementara Penempatan PMI Program SPSK ke Arab Saudi

P2MIProjo.com - Kementarian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menutup sementara penempatan...

Persiapan Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Apjati Kembali Lepas Keberangkatan 34 PMI ke Arab Saudi Lewat SPSK

P2MIProjo.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)...

Banyak PHK Pasca Pandemi Covid-19, Pemprov Babel Gencarkan Sosialisasi TPPO

P2MIProjo com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan...

PN Batam Banyak Adili Kasus TPPO dan PMI Ilegal, Jampidum Ingatkan Jaksa Mengacu Aturan Hukum

P2MIProjo.com - Kota Batam sebagai kota yang berbatasan langsung...